Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Obat Chikungunya Paling Ampuh Apotek dan Tradisional

Obat chikungunya apotek dan tradisional


Apa Obat Chikungunya Paling Ampuh Apotek dan Tradisional
- Obat chikungunya di apotek memiliki beberapa macam jenis dan fungsinya masing-masing untuk mengobati gejala chikungunya. Chikungunya atau yang biasa dikenal dengan flu tulang adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh sebuah virus. Banyak diantara kita yang masih bingung untuk menemukan obat apa yang bisa menjadi solusi untuk mengatasi chikungunya ini. Oleh karena itu simak artikel ini mengenai apa obat paling ampuh chikungunya apotek dan tradisional.

Obat Chikungunya

Sebenarnya, belum ada obat yang secara pasti bisa menyembuhkan penyakit chikungunya. Obat yang biasa di berikan oleh dokter hanya obat yang bersifat meredakan gejala chikungunya saja atau bersifat simptomatik.

Ada beberapa gejala yang muncul ketika seseorang menderita chikungunya seperti demam, nyeri, mual, muntah, sariawan, diare, mata merah, dan kulit yang terkelupas. Obat yang sering di resep kan atau disarankan oleh dokter adalah obat yang dapat meredakan semua bentuk gejala yang terjadi tersebut.

Gejala seperti demam, nyeri, dan mual adalah gejala yang paling sering dirasakan oleh seseorang yang menderita chikungunya. Oleh karena itu pengobatan chikungunya yang selama ini ada adalah dengan meredakan demam, nyeri dan mual bagi penderitanya.

Untuk obat chikungunya meredakan gejala demam, nyeri dan mual ini bisa kita dapatkan di apotek. jika anda belum faham obat apa saja yang ada di apotek untuk mereda kan gejala tersebut simak terus artikel ini sampai selesai.

Obat Chikungunya Apotek

Obat chikungunya biasanya merupakan obat dengan jenis obat analgesik non-opiod, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan obat anti mual. Setiap obat memiliki jenis dan fungsinya masing-masing akan tetapi ada beberapa jenis obat yang termasuk analgesik non-opiod dan obat antiinflamasi nonsteroid.

Berikut ini beberapa obat chikungunya yang ada di apotek:

1. Antipiretik atau Analgesik Non-Opiod

Obat antipiretik atau analgesik non-opiod adalah jenis obat yang bisa menurunkan gejala demam yang terjadi. Namun ada juga beberapa jenis obat analgesik non-opiod yang memiliki fungsi tambahan seperti meredakan sakit kepala, meredakan nyeri, dan lainnya.

Contoh obat-obatan yang termasuk kedalam golongan ini adalah parasatamol, ibuprofen, asetosal, asam mefenamat, dipiron, tinoridin, fenazon, salisilamid, dan jenis lainnya. Kita bisa meredakan gejala demam yang terjadi dengan obat-obatan yaang mengandung bahan tersebut.

2. Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS)

Jenis obat antiinflamasi nonsteroid juga bisa menjadi solusi untuk meredakan nyeri akibat dari chikungunya atau flu tulang. Beberapa obat yang termasuk kedalam golongan ini adalah piroksikam, natrium diklofenak, parasatamol, ibuprofen, asetenol, asam mefenamat, dan jenis lainnya.

Beberapa obat antiinflamasi nonsteroid ada jenis obat yang bisa meredakan beberapa jenis nyeri yang bermunculan akibat chikungunya seperti nyeri otot, nyeri sendi, nyeri tulang, dan nyeri kepala dari yang tingkat rendah dan tingkat tinggi.

3. Antimual

Mual merupakan gejala chikungunya yang sering muncul selain demam dan nyeri. Oleh karena itu obat yang disarankan untuk mengobati chikungunya salah satunya adalah obat antimual. Beberapa jenis metoklopramid, domperidon, dan fenotiazin. Obat chikungunya untuk antimual tersedia dalam berbagai jenis.

Ragam Obat Chikungunya di Apotek untuk Meredakan Demam dan Nyeri

Pengobatan chikungunya biasanya dilakukan dengan memberikan dua jenis obat-obatan yang berbeda manfaatnya, yaitu pereda nyeri dan demam. Kita bisa membeli di apotek obat chikungunya yang mengandung kedua bahan tersebut.

Berikut ini adalah obat chikungunya yang bisa kita dapatkan di apotek untuk meredakan demam dan chikungunya:

1. Ibuprofen

Ibuprofen adalah salah satu obat untuk meredakan gejala demam akibat chikungunya pada anak untuk mengatasi nyeri ringan hingga nyeri sedang. Namun, ibuprofen tidak disarankan untuk ibu hamil dan juga seseorang yang menderita asma.

Ada beberapa efek samping yang akan dialami seseorang yang mengkonsumsi obat ibuprofen diantaranya adalah diare, konstipasi, insomnia, ruam, pusing, mual, dan muntah.

2. Parasatamol

Obat-obat yang mengandung parasatamol merupakan jenis obat-obatan yang biasa diberikan untuk meredakan chikungunya. Parasatamol bermanfaat untuk meredakan nyeri dan demam bagi penderita chikungunya. Bagi penderita hipersensitivitas dan seseorang yang memiliki masalah gangguan hari tidak dianjurkan mengkonsumsi parasatamol sebagai obat.

3. Asam Mefenamat

Obat-obatan yang memiliki kandungan asam mefenamat juga bisa digunakan sebagai obat pereda demam dan nyeri walaupun sedikit memiliki aktivitas antiinflasi. Selain itu nyeri otot dan kepala juga bisa diredakan dengan menggunakan obat yang mengandung asam mefenamat.

Asam mefenamat dikecualikan untuk seseorang yang memiliki penyakit peradangan usus besar. Asam mefenamat memiliki efek samping seperti ruam kulit, rasa kantuk, kelainan darah, gangguan pengelihatan, dan kejang.

Kita bisa mendapatkan obat yang mengandung asam mefenamat di apotek terdekat.

4. Asetosal

Asetosal atau asam asetilsalisilat juga termasuk salah satu obat chikungunya yang ampuh. Manfaat dari asetanol dapat meredakan nyeri yang terjadi serta menurunkan demam. Namun, untuk ibu hamil dan menyusui serta anak dibawah umur16 tahu tidak bileh mengkonsumsi obat yang mengandung asetosal.

Efek samping sebenarnya bersifat ringan namun ada beberapa yang sedikit berat efeknya seperti iritasi saluran pencernaan, pendarahan, dan reaksi alergi. 

Obat Chikungunya Paling Ampuh Tradisional

Obat chikungunya selain dengan menggunakan obat apotek ada beberapa jenis obat tradisional ampuh dan juga alami yang bisa kita coba di rumah. Sama dengan jenis obat lainnya dalam menggunakan obat herbal pun harus hati-hati karena mengandung efek samping yang dapat membahayakan.

Berikut ini beberapa obat tradisional chikungunya:

1. Brotowali

Brotowali merupakan jenis tanaman herbal yang sering digunakan sebagai obat tradisional untuk meredakan demam. Sifat antiinflamasi, antirematik, dan imunomodulator dapat membantu meredakan gejala chikungunya. tanaman brotowali atau yang memiliki nama ilmiah Tinospora Cordiforia ini memiliki kandungan antimikroba yang dapat membantu pemulihan infeksi yang terjadi dengan cepat.

 Kita bisa mengkonsumsi brotowali dalam bentuk kapsul sebanyak dua kapsul dalam satu hari dalam beberapa minggu untuk merdakan gejala yang diakibatkan oleh cikungunya.

Namun, brotowali tidak boleh diberikan kepada anak-anak dibawah usia 5 tahun. Untuk anak dibawah 5 tahun dosisnya tidak boleh melebihi 250 miligram. Sedangkan untuk orang dewasa dala satu hari tidak boleh melebihi 3 gram perhari.

2. Bawang Putih

Bawang putih merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang biasa digunakan untuk meredakan nyeri sendi. Bawang putih yang di halus kan dapat mengurangi rasa sakit, peradangan, dan melancarkan peredaran darah.

Baca juga: Manfaat dan Khasiat Minum Air Rendaman Bawang Putih

 Cara membuat obat tradisional chikungunya menggunakan bawang putih dengan cara menyiapkan 10-12 siung bawang putih yang sudah dibersihkan dan di potong. Setelah itu halus kan sampai benar-benar halus lalu oleskan dibagian persendian yang sakit diamkan selama beberapa jam. Lakukan hal tersebut sebanyak dua kali dalam sehari

3. Kunyit

Kunyit merupakan salah satu alternatif pengobatan alami yang diyakini mampu mengobati berbagai macam penyakit termasuk chikungunya. Kunyit mengandung curcumin dan antioksidan kuat yang berperan sebagai antiinflamasi. Kandungan ini yang menjadikan kunyit sebagai obat tradisional ampuh untuk chikungunya.

Baca juga: 13 Manfaat dan Khasiat Kunyit Untuk Kesehatan yang Wajib Kita Ketahui

Caranya dengan mencampurkan setengah sendok teh kunyit bubuk dengan susu, aduk sampai merata. Minumlah ramuan tersebut satu gelas di pagi hari dan satu gelas sebelum tidur dalam sehari.

4. Cabai

Cabai merupakan salah satu bumbu dapur wajib yang pasti digunakan untuk memasak. Cabai mengandung capsaicin, dan agen antiinflamasi yang efektif. Senyawa tersebut berperan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan dengan cara menghambat senyawa yang mengirimkan sinyal rasa sakit menuju ke otak.

Cara membuat ramuan cabai cukuplah mudah yaitu siapkan 3 sendok makan cabai bubuk, 1 cangkir minyak zaitun atau minyak jojoba (minyak almond), setengah cangkir lilin lebah yang di parut. Setelah semua bahan siap masukkan bubuk cabai kedalam air yang di panaskan selama 5-10 menit dengan api sedang, tambahkan lilin lebah lalu aduk terus sampai benar-benar merata. Setelah matang angkat diamkan sampai dingin lalu simpan di lemari es.

Setelah di dingin kan di lemari es selama 10 menit, keluarkan lalu aduk kembali ramuan sampai benar benar tercampur dengan merata. Kemudian dingin kan kembali selam 10 menit lalu disimpan di wadah yang kedap udara. Kita bisa menggunakan ramuan ini jika dibutuhkan dengan cara mengoleskan dibagian yang sakit.

Saat membuat ramuan ini disarankan untuk menggunakan sarung tangan dan tidak menyentuh bagian mata. Karena pasta cabai akan menimbulkan efek panas dan pedas serta terbakar terlebih jika kita memiliki kulit yang sensitif.

Baca juga: Manfaat Cabai bagi Kesehatan, Membunuh Sel Kanker dan Menjaga Kesehatan Jantung

5. Daun Pepaya

Infeksi chikungunya dan demam berdarah sangat mempengaruhi jumlah trombosit darah. Daun pepaya merupakan salah satu obat tradisional yang sudah terbukti mampu mengatasi hal tersebut, dan membantu tubuh untuk segera pulih dari infeksi tersebut. Ekstrak daun pepaya memiliki sifat larvisidal terhadap larva nyamuk yang menyebabkan chikungunya.

Baca juga: Daun Pepaya Untuk Obati Penyakit Demam Berdarah

Cara meramu ramuan dengan daun pepaya adalah dengan menyiapkan 7-8 daun pepaya yang sudah dibersihkan buang batang panjang dan vena sentral nya. Potong daun menjadi bagian kecil lalu campur kan air untuk di blander. Setelah itu saring ambil airnya dan buang ampas nya.

Minumlah ramuan ini selama tiga jam selam 2-3 hari. Jika kondisi tidak mereda lanjukan mengkonsumsi ramuan tersebut selama satu minggu.

Itulah tadi obat chikungunya paling ampuh apotek dan tradisional yang biasa di resep kan dokter dan diyakini mampu meredakan gejala chikungunya secara alami. Akan tetapi tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila ingin menggunakan obat tradisional chikungunya agar mendapatkan manfaatnya secara efektif.